Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juni 2010

INDAHNYA BERSYUKUR

syukuri apa yang ada...
hidup adalah anugerah..
tetap jalani hidup ini..
melakukan yang terbaik...

kata-kata di atas merupakan sebagian lyric dari sebuah lagu kepunyaan band papan atas indonesia, D'Masiv.
bukan saja enak untuk di dengar namun arti dari perlafal lyric-lyricnya sarat dengan hikmah. betapa banyak orang-orang di muka bumi ini berjalan dengan angkunhnya. entah apa yg menjadi alasan mereka. tapi ciba lihatlah di bawah... seringkali kita merasa diri ini begitu lemah, begitu sedih, begitu susah, begitu sulit, begitu dan begitu.... sadarkah kita bahwa selama ini kita telah berbuat angkuh?

seringkali kita menjudge Allah tidak adil karena sebab keadaan kita yang payah dan merasa sangat terpuruk. tapi apakah Allah begitu tega terhadap hambaNya? apakah Allah marah dan pendendam? Apakah Allah senang melihat kita menderita?
tidak!!! sekali lagi tidak!!
Allah itu Ar-Rahman... Ar Rahim...
Allah tidak tidur, Allah tidak egois justru kita lah yang senantiasa membuat Dia kecewa. tapi apa yang Allah lakukan terhadap hambaNya yang pembangkang?
Dia tetap menyanyangi dan mencintai kita.
coba bayangkan bila Allah murka terhadap kita? 
apakah kita masih mampu tuk bernafas?
apakah kita masih mampu tuk tertawa?
apakah kita masih mampu tuk bergerak?
tidak bukan?
Allah itu sayang sma kita... karena terlalu banyak rasa cinta Allah terhadap kita, sampai-sampai kita lupa dan tidak mengindahkan kebaikan Allah.

sahabat... jika hari ini,, detik ini kita masih menganggap Allah tidak adil...
coba kalian renungkan semua kebaikan Allah sekecil apa pun dan renungkan juga apa yang sudah kita lakukan kepada Allah...
coba renugkan..... apakah setimbang dengan apa yang sudah Allah berikan untuk kita?

kalau tidak....
maka yang harus kita lakukan adalah....
usap air matamu...
segera bangun dan bergegas tuk ambil wudhu dan shaatlah sebagia tanda syukur kita kepada Allah...

jangan sesekali kita menganggap ujian yang kita peroleh adalah beban. tapi berfikirlah dewasa bahwa ujian ini adalah batu loncatan untuk merubah diri jauh lebih baik. hanya orang-orang terpilih lah yang mendapatkan ujian dari Allah...

beruntunglah engkau wahai hamba yang di uji Allah..
kerena engkau adalah pilihanNya dan engkau adalah yang teristimewa... ^^

hayoo semangat!!!

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
senandung syair ku tuliskan pada kerta putih...
begitu agung hikmah dari-Mu...
yang menggetarkan hati..
yang membasuh perih..
yang mengetahui isi hati..

hanya kepada-Mulah ku gantungkan sepercik asa...
hanya kepada-Mulah ku pasrahkan seluruh hidup dan matiku..
karena Engkau adalah.. sang Maha cinta dari cinta yang bersemi...
Allahu rabb...
istiqomahkanlah hatiku dalam mengarungi lembah kehidupan ini....

Jumat, 18 Juni 2010

RENUNGAN HIDUP

bagai buih dalam lautan..
aku terombang ambing di hempas sang gelombang..

bagai debu dalam ruang luas..
aku terbang tanpa kenal dimana ku berada...

bagai setitik dalam goresan...
aku hanyalah titik yang tak berbentuk..

ya rabb...
tiada daya dan upaya kecuali kuasaMu..
Tiada kesabaran dan ketabahan tanpa belas KasihMu..
Tiada ku mengenal indahnya dunia tanpa CintaMu...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

pernahkah kita renungkan untuk apa kita hidup dalam dunia ini??
apakah hanya untuk mencari kebahagian?
bersenda gurau? bahkan hanya sebagai singgahan yang tiada kita gunakan sebaik-baiknya??

seperti filosofi yang satu ini...
muda kaya raya
tua bahagia..
mati masuk syurga???

apakah hidup ini hanya lintasan serangkaian kisah yang berjalan hanya monoton seperti itu? tanpa kita maknai apa yang diingikan dari Sang pengirim nyawa ini??

coba kita perhatikan cara hidup seorang burung....
ia dilahirkan di dunia dengan cangkang yang melekat di tubuhnya...
lalu belajar tuk terbang..
terbang kesana kemari hanya untuk memenuhi rasa lapar yang dirasakan...
lalu jika cukup dwasa ia mencari pasangan..
setelah itu membuat sarang sebagai papan tempat persinggahannya meniti hidup (rumah-red).
kemudian memunyai anak... memberi makan setelah anaknya bisa terbang lalu dibiarkan begitu saja...

so.... apakah kita hanya ingin hidup seperti burung???
hidup hanya untuk mencari makan, mambuat tempat tinggal, mencari pasangan, dan tugas selesai??

padahal Allah sudah mengirimkan utusanNya...
yang dia adalah sebaik-baiknya uswatun hasanah...
yakni Nabi Muhammad Saw...
beliau pernah bersabda...
"hidup adalah sebuah perjuangan..."

perjuangan untuk apa???
dalam Qs.51:56 Allah berfirman:
Tidaklah Aku menciptaka Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah-KU..

so apakah selama ini kita sudah meniatkan hidup kita semata-mata untuk beribadah kepada Allah dengan perjuangan yang ikhlas lillahi ta'ala??

selama ini... 
detik yang kita lalui...
ibarat angin berlalu..
berjalan tanpa makna yang terpatri sebagai sejarah hidup ini??
hanya rangkaian kegiatan yang sebenarnya hanya sbagai rutinitas biasa saja namun letih seakan-akan menjadi alasan kita tuk slalu mengeluh.. mengeluh dan mengeluh...
rasanya hidup ini hanya letih yang kita dapat...

lalu dimana letak ibadah kita terhadap Allah jikalau hanya keluhan yang tiada henti-hentinya sebagai ketidak ikhlasan kita menjalani serangkaian hidup ini...

padahal jika kita tahuu...
hidup ini hanya sementara..
hidup hanya mampir sebentar saja...
kita hanya sebagai seorang turis asing yang numpang lewat...
yang pastinya akan kembali ke tempat asal kita...

huft..
apa yang sudah kita lakukan untuk Allah??
jadi malu sama umur yang setiap detik berkurang.
jadi malu sama ciptaan Allah yang lain... 
yang setiap detinya bertasbih memujiNya..
jadi malu sama perjuangan rasul dan para sahabat...

saatnya berubah jadi lebih baik lagi...
saatnya membenahi diri..
saatnya kita tentukan visi misi hidup ini..
dan Saatnya kita susun proposal hidup kita kepada Allah..
Agar kita lebih paham akan diri kita dan memaknai hidup kita...

hidup akan lebih bermakna jika kau tahu bagaimana kita memperlakukan diri kita..

*afwan klu da kata2 yg kurang berkenan..
hanya sbg bahan share...
mga bermanfaat untuk muhasabah diri


------------------------------------------------------Mutiara Althaf-------------------------------------------------------

BELAJAR DARI SI KECIL...

lucunya kalau melihat adik kecil, apa lagi yang umurnya masih balita... wuih apa lagi kalau si kecil gy bertingkah yang aneh-aneh di jamin perut kita kayak di kcok-kocok(maksudnya bukan lagunya inul dikocok-kocok yah..) heheheh...

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
saat mentari kian terbenam dan awan mulai merekah... pertanda senja kan berganti malam..
suara kicauan burung itu pulang ke sarang pun menambah senjanya hari itu..

tak lama kemudian terdengar lantunan ayat-ayat cinta yang berseru tuk menghadap Illah semesta alam.
yah seperti pada umumya keluarga yang satu ini tepat waktu dalam menjalankan perinta Allah yang satu ini.
hikmat dan khusyuk bila melihat shalat mereka. tak lupa tilawah alqur'an setelah shalat... (keren abiz dah nih keluarga.... masih ada gag yah di zaman sekarang?? ada juga orang tua yang rajin beribadah eh anaknya malah asyik-asyikan nonton plus sms-an bersama pacar tercintanya.... betul ndak??)
kembali ke ceritanya....

selepas shalat keluarga ini berbincang-bincang di ruang keluarga, termasuk si kecil balita. apapun orolannya kalau ada si kecil suasana yang tadinya hampa sekejap pun bisa jadi kayak pasar yang di padati sekerumunan orang.

si kecil rupanya sedang mencari perhatian...
merangkak kesana kemari.. (maklum belum bisa jalan)
menggapai apa pun benda yang sekiranya memikat hatinya...
selanjutnya... weits.... masukin dah ke mulut munggilnya....
(ckckckc dasar anak bayi.....)

tiba saatnya.... jreng-jreng....(bukan mau ngamen loh cma instrumental pendukung ajah,,)

tangannya kecilnya menggapai dinding hijau,,
mencoba tuk berdiri tegak,
terus di cobanya... sampai akhirnya.... hiak.....
jatuh lagi..(aw.. sakit....)
(coba lagi anda belum beruntung.. hihihi)
hebatnya si kecil tak menangis dan berputus asa,
si kecil berusaha terus tanpa mengenal letih...
terus.. dan terus..... walau sudah berulang kali jatuh..
jatuh dan kembali jatuh..... ia tak menyerah..(ayo semangad dik. kamu pasti bisa!!!!)
raut mukanya memang terlihat letih amun semangatnya tak jua mati.

sampai akhirnya ia mampu berdiri pada dinding hijau rumahnya...
mukanya seketika berseri-seri tiada henti.. ada rasa puas yang amat sangat ia rasakan... 
belum puas degan hanya mampu berdiri pada dinding.. ia pun mencoba berjalan walau tertatih-tatih semabaro tangannya memegang dinding... yah seperti merayap (kayak cicak ajah yah... tp memang seperti itu lah..)
.. belum sampai ujung ia terjatuh... (kasihan yah adik kecil ini jatuh terus.... jangan nangis yah dik...)
namun kembali berdiri dan mencoba berjalan...

sudah sangat letih dan malam semakin larut, ternyata si kecil terlihat sudah dalam buaian mimpi... (adik sudah capek mungkin)

keesokannya ia mencoba lagi hingga hari ke-7 dan akhitrnya mampu berjalan sendiri... (hebat....)

si kecil berjalan dengan rada sempoyongan dan masih tertatih-tatih.
one day,, si kecil melihat sebuah mobil-mobilan yang bisa bergerak.....
ada lampunya nyalah-nyalah merah, kuning, hijau... (tambahin di langit yang biru... kayak lagu pelangi) dah gitu ada suaranya pula.... 

tangannya ingin sekali menggapai mobil-mobilan itu.. namun sayang mobil-mobilannya ada di atas meja yang sulit tuk diraih sebab yah gag mungkin bisalah.. tinggi meja itu dua kali dari tinggi tubuhnya... ia mencoba.... terus mencoba walau badai kan menghadang (lebay....) tapi tetap berjuang demi mobil-mobilan itu...
ada ajah idenya.. ia memanjat meja menggunakan bantuan sofa di sebelah meja... namun belum jua cukup tuk sampai ke meja....
si kecil terus mencoba... sampai akhirnya.... mobil-mobilan itu sudah berada di tangannya... (loh koq bisa???? ya bisa lah orang di ambilin sama kakaknya....)

cerita ttg si kecil sekian...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
cerita dari si kecil ada hibrohnya loh.....

1. setiap ada kemauan pasti ada jalan
2. jangan pernah berputus asa
3. setiap perjuangan itu akan ada hasil akhir yang indah (perjuangan yg baik dan untuk kebaikan yah)
4. special hibroh...... kalau kita terus mau berusaha.. insya Allah akan ada yang bantu kita,,, kayak si kecil tadi.. dengan gigihnya ia menggapai mobil-mobilan... walau rasanya imposible.. ternyata mobil-mobilan itu di raihnya jua.... walau pun lewat bantuan orang lain... dan ini menunjukkan bahwa setiap kita mau berusaha pasti ada yang bantuin kita.... Allah itu tidak tega melihat kita bersedih kalau kita sudah melakukan ikhtiar yang penting kita yakin kita bisa berusaha dan tak lupa tawakal kepada Allah....
5.KALAU ADIK KECIL BISA KENAPA KITA TIDAK????


BELAJARLAH DARI SEBUAH PENGALAMAN KARENA SEMUA ITU BILA DI TELAAH AKAN ADA HIKMAH YANG SANGAT BERMANFAAT BAGI SAYA, ANDA DAN SEMUA...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

afwan kalau ada kata-kata yang kurang berkenan...
wassalam...
by: Mutiara Althaf

SURAT DARI IBU YANG TERKOYAK HATINYA

Anaku….
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan
deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang
gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya
setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.
Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu
sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus
perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh
aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski
begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada
hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu.
Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.
Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat.
Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku
hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk
membuatkan sesuatu.
Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun
berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu.
Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu,
namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.
Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak
diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski
melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali,
jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit
saja untuk melihat anakku.
Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar
sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah
kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.
Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima
kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada
dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau
sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa
yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah,
anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan
luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan,
sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi
ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan
kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada
kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini
sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal
dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat
kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di
sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang
menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah
air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika
engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal
shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek,
maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan
yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati.
Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui.
Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah
….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai,
Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku
kecil”.

Anakku…
Allah berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]
Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti
anak kepada orang tua.